Asosiasi Kopi Taneh Karo Ingin Kembalikan Kejayaan Kopi Karo

Asosiasi Kopi Taneh KaroLaporan Wartawan Tribun Medan/Liston Damanik

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE-Untuk memajukan pertanian kopi dan semakin mensejahterakan petani kopi di Kabupaten Karo, pada Selasa (16/6/2015), didirikanlah sebuah organisasi petani Kopi Karo bernama Asosiasi Kopi Taneh Karo.

“Dalam acara ini telah bersatu pikiran dan tindakan bahwa pentingnya sebuah persatuan dan organisasi yakni Asosiasi Kopi Taneh Karo dan hanya dengan asosiasi-lah kami berkeyakinan dapat mengembalikan Kejayaan Kopi Karo, selanjutnya telah terbentuk sebuah badan kepengurusan asosiasi untuk memimpin jalannya program Asosiasi. Garis asosiasi tersebut berpihak kepada petani,” kata Benson Adisaputra Kaban,Sekretaris Asosiasi Kopi Taneh Karo, Jumat (19/6/2015).

Menurut Benson, tanaman Kopi di Karo sudah dikenal sejak awal Tahun 1900-an, hal ini ditandai dengan produksi KARO COFFEE sangat terkenal di Negeri Belanda dan populer di Jerman. Tahun 1942, Perang Dunia Kedua Saat Jepang mengalahkan Belanda di Indonesia membuat Jalur distribusi Kopi ke Belanda terputus.

Pohon kopi lama di Karo berbobot besar dan tinggi, pohonnya bisa mencapai ketinggian tiga hingga lima meter, baik kopi robusta dan kopi arabica. Kopi robusta di Karo dikenal dengan istilah “Kahoa”.

Dewasa ini, jenis Kopi yang berkembang di Karo adalah kopi arabica. Adapun jenis-jenisnya antara lain kopi ateng berasal dari Aceh Tengah “Gayo”, Kopi “Sigarar Hutang” atau Kopi Lintong dan Kopi “Timtim” atau Timor Leste, belakangan ini disebut dengan kopi sinabung.

Menurut Benson, dalam waktu dekat Asosiasi Kopi Taneh Karo akan merumuskan program kerja dalam rapat pengurus Asosiasi yang mengacu kepada rapat pendirian asosiasi pada tanggal 16 Juni 2015 lalu, kemudian Asosiasi Kopi Taneh karo akan dideklarasikan Juli mendatang.

Taneh Karo, katanya, akan menjadi brand tersendiri bagi asosiasi tersebut.

“Taneh Karo bukan terbatas dalam jarak adminstratif pemerintahan tetapi Taneh Karo adalah tanah ulayat orang karo yang di atas taneh tersebut berlaku budaya Karo. Kopi adalah tanaman yang istimewa yang harus diperlakukan khusus secara kultural. Dengan berpadunya alam dan sosial akan mewujudkan visi asosiasi yakni menghasilkan Taneh Karo Specialty Coffee,” katanya.

Petani kopi Wilson R Sembiring yang selama ini giat membangkitkan kejayaan kopi di Tanah Karo diangkat sebagai ketua asosiasi. Ia antara lain akan dibantu Wakil Ketua Roy Andika Ginting, Bendahara, Alexander Sinukaban, dan Wakil Bendahara Yoppi K. Sinulingga. (ton/tribun-medan.com)

Penulis: Liston Damanik
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan

Sumber:
http://medan.tribunnews.com/2015/06/19/asosiasi-kopi-taneh-karo-ingin-kembalikan-kejayaan-kopi-karo

Kopi Arabika Indonesia Segar


Leave a Reply

Your email address will not be published.