Bali Pelajari Citarasa Kopi Robusta Pupuan

Kopi Indonesia(Berita Daaerah – Balnustra) Indonesia menjadi salah satu negara penghasil kopi terbaik di dunia karena didukung dengan letak geografisnya yang sangat cocok difungsikan sebagai lahan perekebunan kopi. Umumnya kopi yang ditanam di Indonesia adalah kopi arabica dan kopi robusta. Beberapa jenis kopi unggulan Indonesia yang terkenal di mancanegara seperti Kopi Gayo, Kopi Toraja, Kopi Mandailing dan Kopi Kintamani.

Provinsi Bali tidak mau ketinggalan untuk mengembangkan komoditas kopi didaerahnya. Selain kopi jenis Kintamani, saat ini Bali terus mendalami keunggulan kopi robusta yang banyak dikembangkan di kawasan Pupuan karena diyakini memiliki cita rasa yang khas dan beda sehingga memiliki penikmatnya tersendiri.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bali, I Dewa Made Buana Duwuran di Kuta, Bali, Minggu (19/10) kemarin mengatakan bahwa kopi robusta yang banyak dikembangkan di daerah Pupuan saat ini masih dipelajari terkait kekhasan dan keunggulan yang dimiliki. Hal ini dikarenakan masih minimnya pengembangan kopi jenis robusta di Bali.

Kopi robusta asal Pupuan juga dinilai belum sepopuler kopi arabika Kintaman yang sudah disertifikasi perlindungan indikasi geografiss sejak tahun 2008. Kopi Kintamani juga telah lebih lama dibudidayakan karena dinilai memiliki keunggulan yaitu bisa tumbuh baik dengan pemeliharaan mudah dan biji yang besar.

Namun begitu Dewa Made tetap berusaha untuk mengembangkan kopi jenis robusta Pupuan karena diyakini kopi jenis sama yang ditanam ditempat berbeda pasti akan menghasilkan rasa yang khas dan beda. Oleh karena itu kopi robusta Pupuan ini masih terus digali citarasanya karena kopi Kintamani pun akan memiliki citarasa yang berbeda berdasarkan daerah tanamnya.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Bali, setiap tahunnya wilayah itu bisa menghasilkan sebanyak 4.000 ton kopi arabika dari wilayah Kintamani. Akan tetapi baru sekitar setengahnya saja yang mampu diolah dan diekspor dalam bentuk kopi beras atau pecah kulit, sedangkan sisanya masuk untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri.

Sementara itu Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (Dirjen PPHP) Kementerian Pertanian, Yusni Emilia Harahap mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh pengembangan kopi robusta Pupuan. Hal ini agar kopi robusta Pupuan ini bisa segera bertengger di puncak jajaran kopi terkenal dunia seperti kopi Kintamani.

Kopi dinilai menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia meskipun produktivitas kopi masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan komoditas perkebunan lainnya. Oleh karena itu Yusni optimis jika komoditas kopi mampu mengangkat pamor Indonesia didunia internasional karena memang kopi Indonesia sangat diminati mancanegara.

Indonesia sudah dikenal dunia sebagai negara penghasil kopi berkualitas dan punya citarasa unik seperti kopi Mandheling, Lintong, Mangkuraja, dan Gayo dari Pulau Sumatera. Ada pula kopi Java, Jampit dan Preanger dari Pulau Jawa,  kopi Kintamani dari Bali, kopi Toraja dan Kalosi dari Sulawesi, kopi Flores dari Nusa Tenggara Timur, serta kopi Baliem dan Nabire dari Papua. Tidak ketinggalan Indonesia juga menghasilkan kopi termahal di dunia karena memiliki rasa yang khas dan produksi terbatas yaitu kopi luwak.

Sumber:

Bali Pelajari Citarasa Kopi Robusta Pupuan

Kopi Arabika Indonesia Segar


Comments

Bali Pelajari Citarasa Kopi Robusta Pupuan — 1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.