Bisnis Kedai Kopi Indonesia ditengah Peluang Pasar Kopi di Jerman

coffee in germanySekitar 100 orang undangan memadati Kaffee Lager (kedai kopi) Indo Tati’s UG pada sore hari tanggal 19 Januari 2013. Beberapa karung biji kopi, aksesoris interior khas Indonesia serta aroma harum khas kopi Indonesia menyemarakkan acara pembukaan kedai kopi yang terletak di Violenstrasse 21 Bremen itu.

Pada salah satu sisi kedai kopi terdapat lemari display penuh produk kopi maupun teh Indonesia. Pemilik kedai kopi, Tati Busing-Kock, tampak sibuk menyambut tamu-tamu yang datang khusus untuk menghadiri acara Pembukaan Kaffee Lager-nya.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari KJRI dan ITPC Hamburg, Kadin Bremen, pengusaha kopi Jerman maupun kalangan masyarakat umum Jerman dan Indonesia yang tinggal di wilayah Bremen dan sekitarnya.

Tati Busing-Kock ingin mempromosikan produk kopi Indonesia di masyarakat Jerman yang terkenal sebagai peminum kopi. Bisnisnya terfokus pada berbagai jenis produk kopi Indonesia seperti Aceh Gayo, Sinabung, Janji Maria, Dolok Sanggul, Sidikalang, serta kopi luwak yang diproses (roasted) di Bremen, sehingga terjaga kesegarannya. Tati mendukung kebijakan Jerman yang mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi bahan-bahan organik. Disampaikannya bahwa produk tersebut diimpor dari para petani Indonesia, seperti kopi Indonesia yang di-display-nya, agar hidup lebih sehat. Selain produk kopi, bisnisnya juga akan dikembangkan ke produk teh dan rempah-rempah Indonesia.

Konjen RI Hamburg Marina Estella Anwar Bey menyampaikan pada sambutannya bahwa Indonesia merupakan negara produsen kopi terbesar ke-3 dunia setelah Brazil dan Vietnam, dan merupakan eksportir terbesar ke-3 ke Uni Eropa. Sedangkan, untuk Jerman, Indonesia termasuk sebagai salah satu negara asal impor kopi terbesar Jerman dengan peringkat ke-8 pada tahun 2010. Oleh karena itu, komoditi kopi merupakan salah satu peluang bagi perdagangan Indonesia dengan Jerman yang perlu terus ditingkatkan.

Konjen RI Hamburg juga menyampaikan bahwa pemilihan lokasi di Bremen sebagai pusat pemasaran kopi Indonesia, baik ke pasar Jerman maupun Eropa sangatlah tepat mengingat Bremen sebagai kota perdagangan dan pelabuhan Internasional, terlebih dengan hubungan historis Indonesia dan Bremen yang terbina sejak lama. Sejak tahun 1950-an, Bremen telah menjadi pintu gerbang bagi masuknya komoditi tembakau dan rempah-rempah Indonesia bagi pasar Jerman dan Eropa.

“Keberadaan Kaffee Lager Indo Tati’s diharapkan dapat meningkatkan promosi perdagangan Indonesia dengan Jerman, khususnya untuk komoditi kopi yang merupakan salah satu produk unggulan Indonesia”, ungkap Konjen RI Hamburg, menunjukkan dukungan terhadap usaha bisnis tersebut.

Acara diisi pula pembacaan doa yang dipimpin oleh seorang Pendeta dari Bremen dan selingan denting musik gitar akustik yang antara lain membawakan lagu “Indonesia Pusaka” sehingga menambah suasana khas Indonesia sore itu. Sebagai tanda pembukaan secara resmi kedai kopi tersebut, Konjen RI Hamburg bersama dengan pemilik kedai kopi melakukan acara pemotongan pita disaksikan oleh para undangan. Sebagai penutup, para undangan dipersilakan menikmati seduhan kopi hangat dan makanan kecil yang disediakan.

KJRI Hamburg senantiasa mendukung pendirian bisnis warga Indonesia di Jerman, sehingga diharapkan dapat meningkatkan promosi perdagangan Indonesia di Jerman. (KJRI Hamburg)

Sumber:
http://www.kjrihamburg.de/id/administrasi/42-kegiatan/339-bisnis-kedai-kopi-indonesia-ditengah-peluang-pasar-kopi-di-jerman.html

Kopi Arabika Indonesia Segar


Leave a Reply

Your email address will not be published.