Genjot Ekspor Kopi Indonesia, Konjen dan ITPC Los Angeles Kunjungi Importir Kopi

1/22/2015 10:00 AM

Kopi SumateraDalam usaha meningkatkan ekspor produk Indonesia ke AS khususnya kopi Indonesia, Konsul Jenderal RI Los Angeles Umar Hadi beserta Fungsi Ekonomi KJRI LA dan Kepala ITPC LA mengadakan kunjungan “door-to-door” ke salah satu importir terbesar kopi Indonesia di Pantai Barat AS, Royal Pacific Industry. Pada pertemuan ini pemilik Royal Pacific Industry Heru Khoe dan Steve Hidajat, dengan terbuka dan penuh antusias menyambut Konsul Jenderal dan tim untuk membahas peningkatan ekspor dan promosi kopi Indonesia di pasar AS.

Heru dan Steve menyampaikan bahwa usaha mereka di sektor kopi dalam lima tahun terakhir telah tumbuh berkembang secara pesat di AS karena dilakukan dengan cara yang berbeda. Mereka berusaha mencari mitra usaha yang mau dilatih bersama dan fokus kepada fair trade organic yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat. Dengan program fair trade organic mereka saat ini telah menjalin mitra kerjasama dengan 2.700 keluarga petani di Indonesia terutama di Aceh. Dengan program kemitraan, kesejahteraan petani yang merupakan petani kecil dengan lahan kopi yang dimiliki rata-rata dibawah 1 hektar akan meningkat. Dalam mengembangkan program fair trade organic dengan petani, Royal Pacific bekerjasama dengan koperasi dan membuat Mutual Agreement.

“Kopi Indonesia itu kopi paling unik di dunia. Sekalipun sedang gagal panen di Indonesia dan harga kopi tersebut naik di pasar dunia, kopi Indonesia terutama kopi Sumatera tetap paling dicari. Berbeda dengan kopi lainnya, dimana jika harganya sedang naik di pasar dunia, konsumen mulai beralih ke kopi jenis lainnya,” ujar Heru. Namun demikian, Heru Khoe menambahkan masih banyak kendala yang terjadi selama ini dalam meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke pasar Amerika Serikat. “Masih rendahnya pengetahuan petani kopi di Indonesia sedikit mempengaruhi produksi dan kualitas kopi untuk ekspor. Selain itu, dengan mulai diberlakukannya PPN untuk kopi sebesar 10% sejak tahun lalu juga mempengaruhi harga kopi untuk ekspor di pasar AS yang sangat ketat,” imbuhnya.

Untuk meningkatkan ekspor kopi di pasar AS, Umar Hadi menyarankan beberapa pelaku usaha kopi perlu membuat aliansi untuk memperbesar dan memperluas pasar kopi Indonesia di luar negeri khususnya di pasar AS, karena pasar AS merupakan pasar yang sangat besar dan belum digarap secara optimal. Selain itu, promosi yang bersifat edukasi mengenai kopi Indonesia di AS perlu dilakukan secara integrasi dan intensif di berbagai media, termasuk di media sosial dan media televisi. “Lihat Malaysia yang mempromosikan penggunaan minyak sawit melalui program memasak di televisi,” ujar Umar lebih lanjut.

Selain berdiskusi mengenai peningkatan ekspor, kunjungan kali ini juga dimanfaatkan untuk mengenal lebih lanjut kopi Indonesia yang unik dan sangat beragam melalui Cupping Session. Cupping Session fokus pada 3 kopi spesial Indonesia, yaitu Kopi Aceh, Kopi Lintong, dan Kopi Mandheling untuk diadu dengan kopi dari Ethopia dan Kenya.

Untuk meningkatkan edukasi dan apresiasi terhadap kopi Indonesia di pasar AS, ITPC LA bekerjasama dengan Konsulat Jenderal RI di LA akan melakukan acara Coffee Corner dan Cupping Session. “Rencananya pada bulan Maret kita akan undang para barista, roaster, coffee lover dan distributor kopi di LA dan sekitarnya untuk Cupping Session sekaligus melakukan pemutaran film Biji Kopi Indonesia yang baru saja di release. Cupping session-nya akan menampilkan beberapa kopi spesial asal Indonesia yang di-roasted secara segar sehingga memberi hasil yang maksimal,” kata Kepala ITPC Los Angeles, Arief Wibisono. Ditambahkan acara ini merupakan warming up dan kegiatan pre-event sebelum partisipasi Indonesia dalam Specialty Coffee Association of America di Seattle pada bulan April 2015. “Dengan adanya kegiatan sebelum pameran, diharapkan potential buyers dapat mengetahui lebih awal dan nantinya berkunjung ke Paviliun Indonesia di SCAA untuk bertransaksi,” ujarnya lebih lanjut.

Royal Pacific Industri adalah importir green coffee bean dari seluruh dunia dan memiliki spesialisasi untuk kopi Indonesia. Selama lima tahun terakhir, Royal Pacific Industry sudah memiliki mitra kerja di Sumatera Utara, Indonesia, dan saat ini sedang berkembang ke kota Surabaya, Jawa Timur. Dimulai pada tahun 2015, Royal Pacific Industry sudah mulai menjual aneka kopi Arabica dan Robusta yang berasal dari Sulawesi, Jawa, Bali, dan Flores. Royal Pacific Industry sudah melayani pasar Afrika, Timur Tengah, Eropa, Asia, dan terbesar di benua Amerika Utara. Pada tahun 2014, nilai transaksi Royal Pacific Industry dengan AS tercatat sebesar 25 juta USD, dimana 80 persen dari nilai tersebut adalah nilai penjualan kopi Indonesia. Di AS, Royal Pacific Industry sudah berhasil menembus beberapa perusahaan ternama seperti Starbucks, Peets Coffee, Nestle, dan Folgers.

Sumber:
http://www.kemlu.go.id/losangeles/Lists/EmbassiesNews/DispForm.aspx?ID=108&ContentTypeId=0x0100574B2B380123F5488597FB3B64A2C806

Kopi Arabika Indonesia Segar


Leave a Reply

Your email address will not be published.