Gubernur Aceh: Kopi Gayo Semakin Mendunia

gayo coffee indonesiaKopi Gayo merupakan salah satu kopi yang sangat digemari masyarakat penikmat kopi di dunia, konon lebih nikmat dari kopi gloemonte yang berasal dari Amerika. Oleh karena itu sepantasnya kita hendaknya juga menikmati kopi yang dikembangkan petani Gayo secara organik tanpa kimia. Hal itu disampaikan Gubernur diwakili Sekda Aceh T. Dermawan pada pembukaan acara symposium kopi internasional di Hotel Hermes, Banda Aceh, Rabu (19/11). Simposium yang mengusung tema :  “Penguatan Peran Strategis Kopi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Regional Asia-Fasific secara Berkelanjutan”, itu berlangsung selama tiga hari (19-21 Nopember 2014 ).

Gubernur selanjutnya mengatakan bahwa kopi Gayo telah mendapat paten IG. “Hal inilah yang membuat harga jual kopi Gayo menjadi tinggi dan mampu menembus pasar dunia. Bagi orang Aceh kopi Arabika sering disebut dengan kopi Gayo, karena hanya tumbuh di dataran tinggi Gayo, sedangkan Robusta lebih dikenal dengan Kopi Ulee Kareng”, terangnya.

Lebih lanjut Gubernur merincikan, total luas perkebunan kopi di Aceh mencapai 50.300 ha terdiri dari 48 ribu ha kopi Arabika dengan tingkat produksi 25.370 ton/thn dan 2.300 ha kopi Robusta dengan produksi 800 ton/thn. Ia juga bangga karena Aceh merupakan penghasil kopi Arabika terbesar di Indonesia, sekitar 70 persen berasal dari Aceh. Ditambahkan pula bahwa ekspor kopi Gayo telah menembus 17 negara di Eropa, Amerika dan sejumlah negara lain. Gubernur dalam sambutannya juga mengharapkan agar simposium ini dapat mendorong semangat kita untuk memajukan sektor perkebunan, khususnya tanaman kopi.

Dalam symposium tersebut menghadirkan Keynote Speaker 1). Dirjenbun (Peluang dan tantangan pengembangan kopi berkelanjutan di Indonesia), 2). Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., Rektor Unsyiah (Dukungan SDM dalam pengembangan perkebunan kopi di Aceh, 3). Prof. Dr. Ir. Abubakar Karim, M.Si., Kepala Bappeda Aceh (Rencana pengembangan kluster ekonomi berbasis kopi di Aceh), 4). Dr. Ir. Didiek Hadjar Goenadi, M.Sc., Dirut Riset Perkebunan Nusantara (Dukungan teknologi dalam pengembangan perkebunan kopi di Indonesia) dan 5). Arief Havas Oegroseno, Dubes RI untuk Belgia, Luxemburg dan UE (2010-2014) (Prospek pasar kopi spesialiti Indonesia di Uni Eropa). (Abda/b)

Sumber:
http://nad.litbang.pertanian.go.id

Kopi Arabika Indonesia Segar


Leave a Reply

Your email address will not be published.