Identifikasi dan Inventarisasi Kopi Arabika Buhun Java Preanger

Kopi Arabika EksporPenulis : Dani Dayawiguna, SP., MP. , Ir. Edy Wardana, M.Si & Ir. Gatot Subroto

24 Desember 2014 07:44:38

Tanaman kopi merupakan tanaman tahunan yang bisa diperbanyak melalui dua cara yakni generatif (biji) dan vegetatif (setek). Tanaman kopi arabika bersifat menyerbuk sendiri oleh karena itu perbanyakannya lebih lasim menggunakan cara generatif (menggunakan biji).

Pengembangan kopi di Provinsi Jawa Barat lebih banyak kopi dari jenis arabika, mengingat kondisi geografisnya yang sangat mendukung untuk persyaratan tumbuh kopi arabika, sehingga kopi arabika sudah berkembang sejak jaman penjajahan belanda, sampai sekarang kopi tersebut ditanam oleh masyarakat Jawa Barat utamanya di 4(empat) kabupaten yakni Bandung, Bandung Barat, Sumedang dan Garut, terhadap kopi peninggalan belanda tersebut masyarakat biasanya menyebut kopi buhun atau kopi java preanger.

Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan benih bina khususnya kopi arabika dengan varietas yang tahan terhadap hama dan penyakit dan mampu berproduksi tinggi maka pemerintah beberapa tahun terakhir telah melepas varietas baru antara lain Gayo 1, Sigarar Utang, Andongsari 1, Kopyol Bali dan lain sebagainya.

Terkait dengan kebutuhan benih kopi arabika, permasalahan yang sering terjadi adalah penyebaran benih pada umumnya hanya melihat sepintas nampak unggul dan penyebaraannya pada mulanya dikembangkan oleh pekebun/petani melalui tukar menukar maupun perdagangan sesama pekebun/petani yang belum bisa dipertanggungjawabkan secara hukum karena benih yang digunakan/ diperdagangkan adalah benih non bina, namun para pekebun/petani tidak mengetahui / sadar bahwa hal ini akan berakibat apabila benih-benih yang digunakan membawa penyakit tertentu, demikian juga bisa terjadi pada benih kopi arabika maupun robusta.

Untuk mengeliminir permasalah-permasalah tersebut diatas dan untuk mendukung ketersedian benih varietas baru yang benar, cukup tersedia dan variatif yang sesuai dengan agroklimat setempat khususnya di wilayah Jawa Barat maka Dinas Perkebunan Provinsi dalam hal ini Balai Pengembangan Benih Tanaman Perkebunan melalui anggaran DPPA-SKPD tahun 2014 melakukan pendataan dan identifikasi kopi arabika java preanger di 4(empat) Kabupaten yakni Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut.

Tujuan dari kegiatan ini untuk mendapatkan klon-klon unggul lokal yang mempunyai spesifikasi khusus dan memenuhi unsur BUSS (Baru, Unik, Stabil dan Seragam) yang selanjutnya bisa diajukan untuk proses pelepasan varietas.

Metode pelaksanaan dilapang adalah pengamatan langsung terhadap pohon-pohon kopi buhun / kopi java preanger yang ada melalui ciri-ciri morfologi tanaman; apabila didapatkan ciri-ciri morfologi yang berbeda dengan ciri-ciri morfologi varietas yang telah dilepas maka akan ditindaklanjuti untuk pengujian DNA tanaman maupun uji cita rasa.

Sumber:
http://disbun.jabarprov.go.id/index.php/berita/detailberita/378

Kopi Arabika Indonesia Segar


Leave a Reply

Your email address will not be published.