Konsumsi Kopi Berkualitas Meningkat Sejalan Dengan Meningkatnya Pendapatan Kelas Menengah Di Indonesia

31_indonesian specialty coffeeKonsumsi kopi di Indonesia mungkin akan meningkat 17 persen tahun ini karena meningkatnya pendapatan kelas menengah yang memotong ekspor dari produsen robusta ketiga terbesar di dunia ini.

Permintaan akan meningkat menjadi 350.000 metrik ton tahun ini dari sekitar 300.000 ton pada 2014 dan dibandingkan dengan 190.000 ton pada 2010, kata Irfan Anwar, ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia. Ekspor turun menjadi 382.000 ton pada 2014 dari 432.000 ton tahun sebelumnya karena lebih banyak digunakan di dalam negeri.

Konsumsi dari produk-produk yang berkaitan dengan kopi, gandum dan minyak sawit berkembang di Indonesia, negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, karena ekonomi tumbuh dengan baik. Bangsa ini adalah konsumen terbesar minyak kelapa sawit, pengimpor terbesar kedua gandum dan salah satu pembeli gula terbesar dunia. Membaiknya gaya hidup meningkatkan permintaan untuk jenis makanan-makanan yang lebih halus, demikian pernyataan Irfan Anwar yang juga adalah pemilik Kapal Api Group, kedai kopi Excelso dan pembuat minuman Good Day.

“Kita hidup di era informasi bebas,” kata Pranoto Soenarto, chief operating officer di PT Excelso Multirasa, unit Kapal Api. “Orang-orang dapat dengan mudah melihat gaya hidup di kota-kota besar, bagaimana orang suka nongkrong di kedai kopi yang nyaman, dan tren tersebut menyebar,” katanya dalam sebuah wawancara. Excelso membuka kedai kopi pertama di Jakarta pada tahun 1991 dan berkembang menjadi lebih dari 100 outlet di 28 kota di Indonesia.

Produksi kopi dalam negeri meningkat, diperkirakan akan naik 18 persen ke rekor 650.000 ton pada musim panen yang akan datang, jumlah yang mengalahkan rekor sebelumnya yaitu 630.000 ton pada 2009-2010 dan menyamai jumlah panen di tahun 2012-2013, demikian data yang ditunjukkan oleh Departemen Pertanian AS.

Robusta turun 13 persen pada tahun lalu menjadi $ 1.798 per ton di ICE Futures Europe dan Arabika berada di $ 1,362 per pon di New York, turun 22 persen dalam 12 bulan terakhir, dikarenakan turunnya hujan di Brazil membantu meringankan kekeringan yang paling parah dalam beberapa dekade.

“Kami sekarang minum kopi yang lebih berkualitas dan kami sekarang memiliki pemahaman yang lebih baik dari kualitas kopi yang dikonsumsi di negara maju,” kata Irfan. Varietas kopi yang terkenal di pasar ritel lokal adalah kopi Mandailing, Gayo dan Luwak memperluas.
Mindo Sianipar/VMN/VBN/Vibiz Commodity Academy

Sumber:
http://www.bumn.go.id/ptpn9/berita/2548/Konsumsi.Kopi.Berkualitas.Meningkat.Sejalan.Dengan.Meningkatnya.Pendapatan.Kelas.Menengah.Di.Indonesia

Kopi Arabika Indonesia Segar


Leave a Reply

Your email address will not be published.