Kopi Arabika Harus Dikembangkan Dalam 10 Tahun Ke Depan

kebun rakyat kopi arabikaMonday, 28 October 2013 10:24

[Surip Mawardi] Dalam waktu 10 tahun ke depan pengembangkan kopi sebaiknya ditekankan pada arabika  karena valuenya tinggi dan bernilai konservasi lingkungan. Surip Mawardi, peneliti kopi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia menyatakan hal ini pada Media Perkebunan.

Di dataran tinggi tidak banyak pilihan komoditi. Sekarang yang paling banyak ditanam adalah sayuran dengan efek samping erosi tinggi disertai  polusi pupuk dan pestisida yang luar biasa. Volatilitas harga sayuran juga sangat tinggi. Sifatnya yang perishable membuat tidak mungkin ditanam besar-besaran kecuali ada investasi cold storage dan industri pengolahan.

Sedang kalau menanaman kopi arabika tanah tetap diolah tetapi tidak parah, dengan adanya tanaman penaung yang pada umumnya tanaman kayu bisa jadi stok karbon, penggunaan pestisida sangat  kecil bahkan hampir tidak ada. ”Hanya petani di daerah iklim basah biasanya menggunakan herbisida sehingga aspek polusi sangat minim,” katanya.

Panen kopi dalam jumlah banyak juga tidak akan menjadi masalah karena petani bisa mengeringkannya, kemudian disimpan dan dijual sedikit-sedikit atau bila harga sedang bagus. ”Jadi pengembangan kopi arabika cukup efektif di dataran tinggi terpencil untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat tanpa merusak lingkungan,”katanya.

Hal ini tidak berarti kopi robusta tidak dikembangkan karena konsumennya juga tinggi. ”Paling tidak 5-10 tahun kedepan stresing di arabica karena dari sisi ekonomi valuenya lebih tinggi untuk unit yang sama,” katanya. (MEDBUN 119)

Sumber:
http://www.mediaperkebunan.net

Kopi Arabika Indonesia Segar


Leave a Reply

Your email address will not be published.