Kopi Arabika Kopyol Merupakan Sumber Daya Genetis /Plasma Nutfah Asli Bali

 

tanaman kopiSejarah munculnya nama kopi arabika kopyol ini adalah berawal dari berapa pohon tanaman kopi milik petani yang bernama Mangku Rani di Desa Landih Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli tumbuh dan berbuah sangat lebat dimana pada saat itu semua tanaman kopi disekitarnya mati karena terserang hama penyakit dan kekeringan. Melihat kondisi tersebut maka dilakukan pengembangan kopi jenis ini di kebunnya, dengan jalan mengambil buah kopi yang besar-besar kemudian dideder dan dijadikan bibit. Bibit kopi yang ditanam tumbuh subur dan berbuah lebat.

Melihat keunggulan tanaman kopi ini, maka banyak petani disekitarnya bahkan petani dari luar kabupaten mengambil buah kopi dijadikan bibit untuk ditanam dikebunnya. Fakta yang ada kopi ini sangat diminati oleh petani untuk dikembangkan. Kondisi ini menyebabkan Dinas Perkebunan Provinsi Bali mengambil langkah pengusulan pelepasan ke Pemerintah Pusat untuk memenuhi aspek legalitas dalam pengembangan dan penyebar luasannya serta untuk memprotek plasma nutfah milik Bali tidak diambil oleh pihak luar.

Pengajuan pelepasan dari Dinas Perkebunan Provinsi Bali disetujui oleh Pusat dengan dikeluarkannya Keputusan Mentan Nomor 4000/Kpts/SR.120/12/2010 tanggal 29 Desember 2010 tentang Pelepasan Kopi Arabika sebagai Varietas Unggul dengan Nama Kopi Arabika Kopyol Bali.

Keunggulan dari Kopi Arabika Kopyol Bali ini : sudah mulai belajar berbuah pada umur tanam 2,5 -3 tahun. Untuk tanaman Kopi Arabika Kopyol dengan usia < 5 tahun telah mampu berproduksi antara 5,10 – 5,92 ton/ha/th glondong merah segar (setara dengan 1,02 – 1,18 ton/ha/th Kopi Arabika HS atau 0,85 – 0,98 ton/ha/thn Kopi Arabika OSE) dengan populasi sebanyak 1.600 pohon. Sedangkan untuk tanaman Kopi Arabika Kopyol dengan usia > 5 tahun mampu berproduksi antara 13,51 – 15,17 ton/ha/th glondong merah segar (setara dengan 2,702 – 3,033 ton/ha/th Kopi Arabika HS atau 2,25 – 2,53 ton/ha/thn Kopi Arabika OSE) dengan populasi sebanyak 1.600 pohon.

Untuk menyediakan benih Kopi Arabika Kopyol yang unggul dan bermutu Dinas Perkebunan Provinsi Bali mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 63 Tahun 2011 tanggal 24 Maret 2011 tentang penetapan Pohon Induk Terpilih Kopi Arabika Kopyol milik petani sebagai sumber benih. Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan tersebut, dalam rangka melestarikan dan mengembangan sumber genetik Kopi Arabika Kopyol Bali, benihnya harus berasal dari kebun-kebun petani yang menjadi sumber benih sesuai dengan SK Kadis Perkebunan.

Di Bali sentra pengembangan kopi arabika kopyol ada di 3 Kabupaten yaitu kawasan Kintamani Kabupaten Bangli, kawasan Petang Kabupaten Badung, dan kawasan Sukasada Kabupaten Buleleng, yang memiliki ketinggian tempat relative sama yaitu lebih dari 900 m dpl, dengan pola sebaran hujan yang merata sepanjang tahunnya.

Sumber : Ir. Nyoman Sriani, MMA

http://www.disbun.baliprov.go.id/berita/detail/45-kopi-arabika-kopyol-merupakan-sumber-daya-genetis-plasma-nutfah–asli-bali

Kopi Arabika Indonesia Segar


Leave a Reply

Your email address will not be published.