Kopi Arabika Rakyat Bondowoso Rambah Eropa

kopi arabika rakyat bondowosoBy win on December 8, 2012

Ratusan Petani Kopi Rakyat Bondowoso bangkit dari keterpurukan. Setelah bertahun- tahun petani kopi di Desa Sumberwringin Kecamatan Sumberwringin Kabupaten Bondowoso, Hanya puas dengan menjual kopi hasil panennya, ke warung- warung kecil, bahkan tak jarang mereka harus berurusan dengan Tengkulak.

Mereka juga belum pernah berfikir tentang bagaimana meningkatkan kualitas, serta kemana kopi hasil panen mereka dipasarkan. namun kini kondisinya berbeda, kopi mereka sudah berhasil menembus pasar dunia, seperti Belanda, Australia Dan Jepang.

Keberhasilan tersebut, tidak lepas dari Program Bank Indonesia Social Responsibility, atau Tanggung Jawab Sosial Bank Indonesia, yakni Klaster Kopi Arabika Di Kabupaten Bondowoso.

Deputi Ekonomi Dan Moneter Bank Indonesia, Dwi Suslamanto mengatakan, sebelum program tersebut direalisasikan, Bank Indonesia bersama Pusat Penelitian Dan Kakao Indonesia (Puslit Koka), sudah melakukan penelitian. Mulai dari survey potensi sumber daya, pengembangan kualitas, hingga pasar.

Hasilnya lanjut Dwi, Tahun 2011 lalu, sebanyak 18 ton atau satu kontainer Kopi Arabika di Ekspor ke luar negeri. Dan tahun ini, terjadi peningkatan signifikan, mencapai delapan kontainer. Tak hanya itu, jumlah kelompok petani kluster kopi arabika, yang awalnya hanya 5 kelompok bertambah menjadi 30 kelompok.

Saat ini lanjut Dwi, Bank Indonesia terus melakukan pengembangan. Salah satunya menggagas demplot Kopi Arabika. Program Ini untuk mendukung proses sertifikasi indikasi geografis (IG). Dengan harapan produk Kopi Arabika Bondowoso, memiliki daya saing sebelum adanya masyarakat ekonomi Asena Tahun 2015 mendatang.

Sementara itu Bupati Bondowoso, Amin Said Husni mengaku bersyukur atas keberhasilan kopi arabika, bisa menembus pasar dunia. Sebab sudah berpuluh- puluh tahun, petani kopi terpuruk. mereka kalah bersaing dengan kopi milik salah satu perusahaan BUMN.

Saat itu Menurut Amin, petani kopi hanya berfikir, kopi hasil panennya bisa laku di pasaran. tidak heran kemudian, mereka selalu dibayang- bayangi serbuan tengkulak. bahkan sistem yang digunakan selalu menggunakan sistem ijon.

Amin juga berterima kasih kepada sejumlah instansi yang telah terlibat dalam program kluster Kopi Arabika ini. Diantaranya, Bank Indonesia, Pusat Penelitian Kopi Dan Kakao Indonesia (Puslit Koka), Bank Jatim, Perum Perhutani Bondowoso, PTPN XII, Eksportir, Dan Asosiasi Petani Kopi Bondowoso.

Saat ini kata dia, ada pekerjaan rumah bagi Pemkab Bondowoso. Yakni menjaga kualitas kopi arabika agar tetap terjaga mutunya. Puslit Koka sebagai salah satu mitra, bertugas membuat Standar Operasional Prosedur (SOP), mutu kopi arabika yang akan di ekspor. Lebih lanjut Amin menjelaskan, beberapa waktu yang lalu, Pemkab Bondowoso memperoleh penghargaan, bidang kebijakan kreatif dan inovatif, dari Kementerian Percepatan Daerah Tertinggal (KPDT), yang diserahkan langsung Wakil Presiden Budiono.

Bondowoso meraih penghargaan tersebut, karena dinilai mempunyai terobosan dan kebijakan inovatif. Salah satunya pembinaan petani kopi, melalui Pembentukan Cluster Kopi Arabica Di Desa Sumberwringin.

Sumber:

Kopi Arabika Rakyat Bondowoso Rambah Eropa

Kopi Arabika Indonesia Segar


Leave a Reply

Your email address will not be published.