Kopi Arabika Sumbar Tembus Pasar Amerika

kopi arabica sumbarRabu, 24 September 2014 01:43

PADANG, HALUAN — Kopi Arabika asal Sumbar tembus pasar Amerika Serikat. Jika tak ada kendala, akhir tahun ini Dinas Perke­bunan Sumbar akan melakukan ekspor perdana. Sebuah perusahaan in­dus­tri kopi di negeri Paman Sam itu telah lama menya­takan minatnya membeli Kopi Arabika asal Sumbar.

Dan untuk lebih menge­nalkan Kopi Arabika dari Sumbar pada dunia, petani binaan Dinas Perkebunan juga berkesempatan mengi­kuti Festival Kopi dan Le­lang Kopi di Bali, 17-10 Oktober mendatang. Ketua Gapoktan Karya Nyata, Ka­bupaten Solok, Edranovid men­jadi satu-satunya peserta dari petani diantara peserta lain­nya yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.

Kepala Dinas Perke­bunan Sumbar Ir.Fajaruddin kepada Haluan, Selasa (23/9) di Padang mengatakan, capaian yang diraih Kopi Arabika Sumbar ini sung­guh membanggakan. Karena ini pertama kalinya wakil Sumbar lolos dalam seleksi untuk mengikuti kegiatan lelang dan festival tersebut. Selain itu, ekspor kopi juga bakal direalisasikan.

“Rencananya kita akan menggandeng PT Andalas Tuah Sakato (ATS) untuk ekspor kopi ke AS ini, karena memang perusahaan milik Pemprov itu bergerak di bidang agri bisnis dan perdagangan,” terang Faja­ruddin didampingi Kabid Sarana Prasarana Yusniar.

Ekspor perdana ditarget­kan 1 kontainer atau seba­nyak 18 ton. Kopi itu akan dikumpulkan dari sejumlah petani yang tersebar di sejumlah lokasi yang menja­di sentra kopi, seperti dari Kabupaten Solok, Solsel, Limapuluh Kota, Agam dan Tanah Datar. Kopi yang akan diekspor ini merupakan kopi kualitas premium dari bibit berkualitas yang cita rasa dan kualitasnya sudah teruji.

Pada ajang Festival Kopi dan Lelang Kopi di Bali, pihak panitia memberi kesempatan untuk mempro­mosikan Kopi Arabika ini. Peserta harus membawa kopi yang sudah diproses dalam bentuk green bean atau kopi butiran beras minimal 600 kg dan mak­simal 1,8 ton.

Sebelum ditetapkan seba­gai peserta festival dan lelang kopi, kata Fajar, pihaknya diminta mengirim­kan dulu sampel kopi. Kemudian panitia akan melakukan penilaian. Hanya kopi yang mendapat nilai lebih dari 80 saja yang bisa ikut. Untuk Kopi Arabika Sumbar nilainya 84, menga­lahkan sejumlah pesaing dari provinsi lain.

Melihat peluang pasar yang terbuka lebar bagi Kopi Arabika asal Sumbar, maka Dinas Perke­bunan Sumbar telah meren­canakan pengembangannya tanaman kopi itu, baik dari pemilihan bibit hingga penanganan pasca panen harus sesuai standar mutu yang ditetap­kan. Salah satunya dengan menerapkan Nagari Model Kopi Arabika.

Tahun ini, ditetapkan 2 lokasi Nagari Model Kopi Arabika. Masing-masing Nagari Simpang Tanjung Nan Empat Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok terdiri dari 4 kelom­pok tani. Dan Nagari Situ­juh Banda Dalam, Ke­camatan Situjuh Limo Nagari, Kabu­paten Limo­puluh Kota 1 kelompok. Tahun 2015, direncanakan nagari model kopi di Solsel dan Agam.

“Petani di nagari model ini diberi bimbingan melalui Sekolah Lapang (SL), seperti aspek budidaya, penang­karan, penanganan organis­me pengganggu tanaman, benih unggul, dan lainnya,” katanya. (h/vie)

Sumber:
http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/ekbis/34437-kopi-arabika-sumbar-tembus-pasar-amerika

Kopi Arabika Indonesia Segar


Leave a Reply

Your email address will not be published.