Kopi Gayo Milik Dunia

Kopi IndonesiaBupati Bener Meriah Ruslan Ruslan Abdul Gani mengatakan kopi Arabika Gayo asal Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues, kini bukan saja milik Aceh atau Indonesia, namun sudah menjadi milik dunia. Hal tersebut dikatakan Ruslan pada acara pembukaan Festival Kopi Gayo tahun 2015 di Gedung Olahraga (GOR) Simpang Tiga Redelong, Rabu (22/4) yang dihadiri seratusan pembeli (buyers) dari dalam dan luar negeri.

Lebih lanjut Ruslan mengharapkan, festival kopi Gayo 2015 dengan  tema “Kopi Gayo Terunik di Indonesia Kini Milik Dunia”, dimeriahkan 10 kegiatan terkait kopi seperti seminar, minum 1500 gelas kopi tanpa gula, talkshow, bazar, pameran, cerdas cermat, kontes kopi Arabika, pemutaran film dokumenter dan lain-lain.

Disebutkan, saat ini Bener Meriah memiliki 46.000 hektar kopi, dengan jumlah produksi sekitar   33.580 ton setahun atau produktivitas 730 kg/hektar. “Harga biji kopi saat ini Rp 50.000,- / kg, maka pendapatan petani 1,67 miliyar lebih pertahun,” ujarnya.

Ruslan juga masih berharap penanganan kopi arabica Gayo yang berkualitas mulai dari proses penanaman hingga pascapanen. Kegiatan tersebut diselenggarakan Save the Children bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan dihadiri Gubernur Aceh yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Drs. Zulkifli, M.M.

“Kami yakin melalui festival ini, bukan hanya penting untuk memperkenalkan kopi Gayo ke seluruh dunia, tapi juga mengundang daya tarik wisatawan,” ujar gubernur.  Zulkifli menambahkan Pemerintah Aceh sangat mendukung pelaksanaan festival kopi Gayo ini, sebab perkebunan kopi di wilayah Bener Meriah tidak lagi hanya sekedar sebuah usaha, tapi juga aset budaya dan kebanggaan Aceh.

Pada hari pembukaan, disampaikan orasi ilmiah tentang tantangan dan keuntungan petani kopi Gayo di AFTA Asean dan Era Globalisasi oleh Dr. Ir. Surip Mawardi SU dari pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember, Jawa Timur dan Prof. Dr. Abubakar Karim M.S Kepala Bappeda Provinsi Aceh tentang Prospek dan Tantangan Kopi.

Kunjungi KP Gayo

Pada hari kedua Festival, Bupati Ruslan Abdul Gani, wakil bupati dan para peserta sekitar 150 orang berkesempatan mengunjungi Kebun Percobaan (KP) Gayo di Kecamatan Bandar diakhiri makan siang di pondok kopi di tengah kebun. KP Gayo merupakan instalasi yang berada di bawah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh Badan Litbang Pertanian yang diberi mandat melakukan penelitian kopi. “Saat ini ada sebanyak 46 Varietas kopi asal beberapa negara ada di tempat ini, kita perlu melestarikan plasma nutfah yang cukup bernilai demi anak cucu kita mendatang,” papar Kepala BPTP Aceh, Ir. Basri A. Bakar, M.Si.

Sementara itu manager KP Gayo, Bardi Ali, S.Pt berterima kasih atas kunjungan bupati dan jajaran pemerintah kabupaten. Ia berharap ke depan, kerjasama BPTP dan Pemkab perlu segera dikuatkan dengan MoU, sehingga masing-masing pihak dapat berkontribusi membangun KP menjadi Taman Kopi Dunia baik sebagai tempat riset maupun Agrowisata. (Abda/ b).

Sumber:
http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/berita/info-aktual/726-kopi-gayo-sudah-milik-dunia

Kopi Arabika Indonesia Segar


Comments

Kopi Gayo Milik Dunia — 1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.