Kopi Premium Asal Indonesia

gambar-kopiTEMPO.CO, Jakarta–Ada kabar baik untuk para pencinta kopi. Dalam beberapa tahun terakhir, kualitas kopi spesial Indonesia semakin baik. Interaksi langsung antara pembeli dan para petani berakibat adanya transfer ilmu.

Apa saja kopi premium dari Indonesia? Jelajahi kopi premium di Indonesia melalui sajian Koran Tempo edisi Ahad, 18 November 2012.

# Kopi Gayo
– Ciri: Kekentalan lebih ringan, keasaman seimbang, rasa cokelat, tembakau, asap, tanah, dan kayu.
– Lokasi: Pegunungan Gayo, Aceh Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam
– Produksi (ton biji/tahun): 50-60 ribu
– Tujuan ekspor: Eropa dan Amerika Serikat

# Kopi Mandailing (Mandheling)
– Ciri: Kekentalan bagus, keasaman medium, rasa floral dengan rasa akhir manis.
– Lokasi: Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera Utara
– Produksi (ton biji/tahun): 10-15 ribu
– Tujuan ekspor: Amerika Serikat

# Kopi Lintong
– Ciri: Kekentalan bagus dan keasaman seimbang, rasa cokelat dan sedikit rasa rempah.
– Lokasi: Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera Utara.
– Produksi (ton biji/tahun): 30-40 ribu
– Tujuan ekspor: Jepang dan Belanda

# Kopi Jawa (Java)
– Ciri: Aroma bagus, kekentalan dan keasaman medium, rasa seimbang dengan rasa akhir herbal.
– Lokasi: Pegunungan Ijen, Jawa Timur
– Produksi (ton biji/tahun): 3.000-5.000
– Tujuan ekspor: Amerika Serikat dan Eropa

# Kopi Priangan (Preanger)
– Ciri: Kekentalan dan keasaman medium ke atas, rasa dominan cokelat dengan rasa akhir rempah.
– Lokasi: Cianjur, Jawa Barat
– Produksi (ton biji/tahun): 3.000 ton
– Tujuan ekspor: Eropa (Belanda)

# Kopi Toraja
– Ciri: Rasa harum, keasaman lebih tinggi, lezat.
– Lokasi: Pegunungan Tana Toraja, Sulawesi Selatan
– Produksi (ton biji/tahun): 5.000-10 ribu
– Tujuan ekspor: Jepang dan Amerika Serikat

# Kopi Kalosi
– Ciri: Kekentalan bagus, keasaman rendah, rasa cokelat dengan sedikit kesan jeruk.
– Lokasi: Enrekang, Sulawesi Selatan
– Produksi (ton biji/tahun): 5.000-10 ribu
– Tujuan ekspor: Jepang, Eropa (Jerman), dan Amerika Serikat

# Kopi Bali Kintamani
– Ciri: Biji besar, kekentalan dan keasaman medium, ada rasa jeruk (lemony) dan floral.
– Lokasi: Pegunungan Kintamani, Bali
– Produksi (ton biji/tahun): 2.000-3.000
– Tujuan ekspor: Jepang, Eropa, Arab, dan Australia

# Kopi Flores Bajawa
– Ciri: Kekentalan tinggi dan keasaman rendah, rasa cokelat dan vanili dengan karamel alamiah.
– Lokasi: Pegunungan Flores, Nusa Tenggara Timur
– Produksi (ton biji/tahun): 2.000-3.000
– Tujuan ekspor: Amerika Serikat

# Kopi Baliem/Wamena
– Ciri: Kekentalan tinggi, keasaman rendah, rasa cokelat dengan sentuhan tembakau.
– Lokasi: Paniai dan Jayawijaya, Papua.
– Produksi (ton biji/tahun): 3.500
-Tujuan ekspor: Amerika Serikat

# Kopi Luwak
– Lokasi: Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Tana Toraja.
– Tujuan ekspor: Berbagai negara (18 negara)

ISTIQOMATUL HAYATI | MAHBUB DJUNAIDY | SUMBER: DIREKTORAT PEMASARAN INTERNASIONAL KEMENTERIAN PERTANIAN | PUSAT PENELITIAN KOPI DAN KAKAO INDONESIA

SUMBER: Tempo.co

Kopi Arabika Indonesia Segar


Leave a Reply

Your email address will not be published.