Kopi Sigararutang Jadi Andalan Sumut

12_kopi sigararutangMedanBisnis – Medan. Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Utara (Disbun Sumut) Herawati menyampaikan, melalui kopi sigararutang, Sumut telah mampu menghasilkan kopi dengan cita rasa yang specialty premium. Sehingga, kopi yang dalam bahasa setempat berarti pembayar hutang (sigararutang) itu pun menjadi produk andalan Sumut, di samping karena peranannya yang merupakan varietas unggul.

“Kopi sigararutang sudah ditetapkan sebagai benih bina Sumut dengan kriteria produktivitasnya yang tinggi, rasanya yang specialty premium, dan juga sudah diteliti bahwa kopi tersebut plasma nutfahnya berasal dari Sumut,” ungkapnya kepada MedanBisnis, Selasa (25/11) dikantornya.

Herawati menjelaskan, sesuai Permentan No.25/KPTS/SR.120/4/2005 tanggal 12 Juli 2005 lalu, kebun induk kopi sigararutang pertama kali ditetapkan di Desa Parik Sabungan Kecamatan Siborongborong, sebanyak 815 pohon. Selain itu, juga berlangsung di Desa Huta Gurgur Kecamatan Sipahutar sejumlah 3.100 pohon.

Saat ini, lanjut Herawati, kondisi pengembanggannya sudah mencapai 8.751 pohon induk dan telah tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Sumut.

Penyebarannya antara lain di Kecamatan Siborongborong, dan Tarutung, di Tapanuli Selatan, Kecamatan Pematang Silima Kuta, di Simalungun, Kecamatan Sumbul (Dairi), dan juga Kecamatan Pollung, di Humbang Hasundutan.

“Untuk tahun 2011, melalui dana APBN juga sudah dibangun kebun induk kopi di Madina seluas 2 hektare dan juga Samosir seluas 2 hektare,” sebutnya.

Untuk itu, Herawati berharap dalam pengembangan kebun induk kopi sigararutang itu, dapat mengcover kebutuhan petani dalam rangka memenuhi kopi specialty (Lintong cooffee dan Mandheling coffee) yang ada di Sumut.

Dikatakannya, Dinas Perkebunan Sumut setiap tahunnya selalu melaksanakan pembinaan dan bantuan kepada petani kopi. Seperti tahun 2014, pihaknya telah melaksanakan berbagai pengembangan kopi sigararutang, seluas 20 hektare di Kabupaten Dairi, 15 hektare di Pakpak Bharat, 15 hektare di Karo dan juga melaksanakan intensifikasi kopi di Dairi seluas 50 hektare.

“Di samping itu, kita juga selalu melaksanakan pembinaan di kelompok tani melalui dinas yang membidangi di kabupaten,” katanya.

Namun, lanjut dia, permasalahan kopi yang terjadi di Sumut sampai saat ini adalah kurangnya pemahaman petani tentang pemeliharaan tanaman (sanitasi dan pemangkasaan), sehingga berakibat pada tingginya serangan hama yang terjadi pada buah kopi.

Sementara untuk tahun 2015, Herawati menyampaikan pihaknya akan memberikan bantuan intensifikasi tanaman kopi untuk Kabupaten Simalungun, Tobasa, dan Humbahas, masing-masingnya seluas 100 hektare. Sedangkan untuk di Pakpak Bharat, dan Karo bantuan yang akan diturunkan sebesar 15 hektare.

Herawati juga mengatakan bantuan dalam bentuk peralatan pasca panen juga diberikan disejumlah kabupaten, yakni di Kabupaten Simalungun, Tapsel, Humbahas, Taput, dan Samosir.

Menurut dia, kopi sigararutang sudah diperbanyak melalui kultur jaringan (somatik embrio genetik) oleh pusat penelitian tanaman kopi dan kakao di Jember, di mana plasma nutfahnya berasal dari kebun induk kopi di Taput dan sudah dikembangkan di Provinsi Jawa Barat, Banten, Jatim, dan provinsi sentra kopi lainnya di Indonesia.

“Untuk volume ekspor pertahunnya mencapai 50 ribu ton dalam bentuk green bean. Sedangkan negara utama tujuannya adalah Amerika, Eropa dan Jepang serta Taiwan,” pungkasnya. (rozie winata)

Sumber:
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2014/11/26/131837/kopi-sigararutang-jadi-andalan-sumut/#.VJt8hDdAE

Kopi Arabika Indonesia Segar


Leave a Reply

Your email address will not be published.