Motramed Puslitkoka Angkat Mutu dan Harga Kopi Speciality Indonesia

31_indonesian specialty coffeePusat Penelitian Kopi dan Kakao dengan program motramednya yaitu model kemitraan bermediasi selama ini terus melakukan  pendampingan pada petani kopi juga kakao. Bapak kopi Indonesia yaitu  Surip Mawardi yang awalnya merupakan pemulia kopi tetapi sekarang menjadi kamus berjalan kopi Indonesia yang mengenal A dan Z semua kopi di Indonesia selama ini terus mendampingi petani kopi di berbagai daerah mulai dari tanam sampai pasca panen dan menghubungkan dengan eksportir sehingga pemasaran terjamin dengan mutu terjaga sehingga harga naik.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan kepada petani kopi oleh Puslitkoka adalah teknologi pengolahan basah, terutama di daerah-daerah penghasil kopi specialty. Ciri kopi jenis ini adalah cita rasa yang baik, unik dan kaya yang harus berbeda dengan kopi biasa. Cita rasa kopi sangat ditentukan oleh cara pengolahan (hulu), juga faktor lain seperti jenis, varietas, ketinggian tempat tumbuh dan cara budidaya.

Kopi Arabika specialty yang dihasilkan Indonesia selama ini adalah Gayo, Mandailing, Lintong, Java Arabika, Toraja, Kalosi, Kintamani Bali, Bajawa Flores, Baliem Papua, Merapi, Sindoro, Blue Jawa dll. Sedang kopi robusta yang termasuk specialty adalah robusta wib yang dihasilkan PTPN. Pengolahan kering yang selama ini banyak dilakukan petani adalah tanpa proses pengupasan kulit, buah yang dipanen merupakan campuran buah hijau sampai buah yang sudah kering di pohon.

Sedang pengolahan basah kopinya diproses lewat pengupasan (pulping) sebelum dikeringkan sehingga bahan baku buah yang digunakan harus yang baik yaitu matang sempurna dan segar. Buah yang dipanen selektif ini masih disortir lagi yaitu buah yang masih hijau, kering dan terserang penyakit dipisahkan. Hasilnya adalah buah kopi yang bermutu tinggi. Andreas Nua, ketua masyarakat perlindungan indikasi geografis kopi Bajawa dari  Kabupaten Ngada Flores NTT menyatakan  tahun 2005 hasil kopinya adalah 16,5 ton dengan harga Rp 800/kg kopi gelondong merah.

Puslitkoka masuk sehingga produksi meningkat dan petani mengubah pengolahanya menjadi pengolahan basah. Puslitkoka juga membawa PT Indokom Citra Persada sebagai eksportir. Tahun 2010 produksi 168 ton, harga kopi gelondong merah Rp 6000/kg dan diekspor ke Amerika Serikat. Saat ini kapasitas produksi mencapai 2000 ton dan sifat kopi ini adalah very nice aroma and flavor, good body dan clean acidity.

Di  Kecamatan Sumberweringin, Kabupaten Bondowoso, menurut Bambang Sri, Ketua Kelompok Tani, Puslitkoka mendampingi peta sehingga   mutu kopi semakin meningkat. Pemodalan melibatkan Bank Indonesia sedang  pemasaran PT Indokom. Hasilnya lewat PT Indokom sudah diekspor  lebih dari 6 ton ke  Swiss dengan nama kopi Java Raum.

sumber:
www.mediaperkebunan.net/hil-n12

Kopi Arabika Indonesia Segar


Leave a Reply

Your email address will not be published.