Peluang Industri Kopi Indonesia

Supplier KopiNEWSWANTARA – Indonesia adalah salah satu negara produsen dan eksportir kopi paling besar di dunia. Memiliki areal tanam kopi lebih kurang 1,1 juta ha dengan produksi rata-rata mencapai 600 ribu ton/tahun, tingkat produktifitasnya masih sangat rendah, rata-rata hanya sekitar 600 kg/ha.

Indonesia sangat berpotensi menjadi produsen kopi terbesar dunia, mengalahkan Brasil dan Vietnam yang saat ini berada di urutan pertama dan kedua. Optimisme ini muncul mengingat luas lahan perkebunan kopi yang dimiliki adalah terluas di dunia.

Peluang industri kopi di Indonesia sangat bagus dengan semakin meningkatnya pangsa pasar untuk luar negeri dan juga pasar domestik, namun hal ini harus didukung dengan ketersediaan bahan baku kopi untuk memenuhi permintaan pasar dalam maupun luar negeri.

Pada saat ini, perkebunan kopi Indonesia mencakup total wilayah kira-kira 1,24 juta hektar, 933 hektar perkebunan robusta dan 307 hektar perkebunan arabika. Lebih dari 90% dari total perkebunan dibudidayakan oleh para petani skala kecil.

Seperti yang telah disebutkan di atas dan mirip dengan raksasa kopi regional Vietnam, sebagian besar hasil produksi biji kopi Indonesia adalah varietas robusta yang berkualitas lebih rendah.

Indonesia juga terkenal karena memiliki sejumlah kopi khusus seperti ‘kopi luwak’ (dikenal sebagai kopi yang paling mahal di dunia) dan ‘kopi Mandailing’. Berkaitan dengan komoditi-komoditi agrikultur, kopi adalah penghasil devisa terbesar keempat untuk Indonesia setelah minyak sawit, karet dan kakao.

Biji arabika yang berkualitas lebih tinggi kebanyakan diproduksi oleh negara-negara Amerika Selatan seperti Brazil, Kolombia, El Salvador dan Kosta Rika. Oleh karena itu, sebagian besar ekspor kopi Indonesia (kira-kira 80%) terdiri dari biji robusta.

Ekspor kopi olahan hanyalah bagian kecil dari total ekspor kopi Indonesia. Produksi kopi Indonesia sekarang, lebih kurang 740.000 ton dengan produksi kopi Robusta 600.000 ton dan arabika 140.000 ton.

Penyebaran daerah sentra utama kopi Robusta berada di segitiga emas kopi Robusta yaitu Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung, yang menghasilkan 50% dari produksi Robusta nasional. Kopi jenis ini memiliki nilai strategis dalam rangka pemberdayaan ekonomi rakyat di pedesaan.

Kopi Robusta mudah ditanam petani dan hama penyakitnya juga relatif lebih sedikit. Kopi ini juga ditanam di bawah penaung pohon produktif. Panen utama biasanya antara bulan April sampai Juli.

Potensi yang sangat besar tersebut bukannya tanpa tantangan, karena banyak permasalahan yang harus diatasi. Untuk meningkatkan produktifitas, perlu adanya sinergisitas seluruh potensi sumber daya tanaman kopi dalam rangka meningkatkan daya saing usaha.

Pengembangan komoditi kopi arabica masih bisa dengan perluasan lahan, untuk kopi Robusta perlu intensifkasi, peningkatan kemampuan sumber daya. Sebagai salah satu penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam, Indonesia memiliki potensi dalam perdagangan kopi dunia.

Indonesia juga memiliki kopi specialty dari berbagai wilayah seperti Aceh dengan kopi Gayonya, Sumatera Utara dengan Mandailingnya dan Lintongnya, Sulawesi dengan kopi Torajanya, Jawa dengan Java Arabicanya, Nusa Tenggara Timur dengan kopi Bajawanya, Papua dengan Baliemnya, Jawa Barat dengan kopi Preangernya, termasuk kopi Luwak serta kopi lainnya yang semuanya memiliki harga premium dan pasar tersendiri untuk dijadikan komoditi unggulan.

Sumber:
http://newswantara.com/potensi/menerawang-peluang-industri-kopi-indonesia


Leave a Reply

Your email address will not be published.