Pengusaha Amerika Kunjungi Pengolahan Kopi Tanah Karo

kopi karoKabanjahe-andalas Sensasi kopi memang luar biasa. Racikan kopi yang menggugah selera sangat menggoda, bahkan minum kopi saat ini sudah menjadi tradisi dan gaya hidup. Bisa dikatakan, citra kopi sudah mendunia.

Tidak salah bila tanaman kopi merupakan komoditi ekspor yang cukup menggiurkan, karena mempunyai nilai ekonomis relatif tinggi di pasaran dunia, di samping itu tanaman kopi adalah salah satu komoditas unggulan yang mulai dikembangkan di Tanah Karo.

Mengingat, tanaman jeruk yang selama ini menjadi andalan petani Karo, beberapa tahun belakangan mulai ditinggalkan seiring hama lalat buah belum terbasmi hingga sekarang.

Demikian dikatakan, Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) “ISAIPE UE” desa Regaji Kecamatan Merek, Sarjani Tarigan, MSP disela menerima kunjungan spontan pengusaha kopi dari negeri Amerika Serikat, Senin (27/5).

Dikatakannya, petani harus jeli, pemilihan jenis kopi mempunyai nilai ekonomis dan rasa relatif baik serta tahan terhadap penyakit karat daun dan sesuai selera pasar internasional.

Usaha untuk merebut peluang pasar kopi antara lain dengan pengembangan tanaman kopi Arabika melalui kegiatan peremajaan, peluasan dan rehabilitasi tanaman kopi dari kopi Robusta menjadi kopi Arabika.

Koperasi “ISAIPE UE” yang dikelolanya di pinggir badan jalan Kabanjahe–Pematang Siantar tepatnya di desa Ergaji, sudah menggunakan tekhnologi semi modern bekerjasama dengan pihak eksportir di Medan yang memiliki jaringan internasional seperti, Singapura, Australia, Amerika, Mesir dan negara Timur Tengah lainnya.

Kunjungan pengusaha kopi dari Amerika adalah yang kelima, setelah sebelumnya dari Singapura dan Mesir, ujar Sarjani Tarigan yang juga Sekjen DPP Balai Adat Budaya Karo Indonesia (BABKI) dan sudah menulis beberapa buku di antaranya, “Dinamika orang Karo, budaya dan modelisme” dan buku “Lentera kehidupan orang Karo dalam berbudaya”.

Sarjani Tarigan meminta kepada pengusaha kopi dari Amerika yang menjadi mitra eksportir mitra kerjanya agar menaikkan harga kopi di Tanah Karo.

“Kalau harga kopi terus anjlok seperti sekarang Rp12.000 – 15.000 per Kg, petani akan membabat tanaman kopinya seperti jeruk. Paling tidak harga jual kopi bertahan di kisaran Rp20.000 per Kg, sehingga bisa menyejahterakan petani,” tuturnya.

Kehadiran KSU ISAIPE UE diharapkan memberikan kontribusi mendongkrak harga jual bagi petani kopi di Tanah Karo, mengingat mitra kerjanya eksportir di Medan sudah memiliki jaringan internasional, jelas Sarjani.

Amatan andalas, pengusaha kopi dari Amerika tidak hanya melihat mesin pengolahan biji kopi semi modern milik Koperasi Serba Usaha ISAIPE UE, namun juga melihat tanaman kopi milik petani di desa Regaji, serta pengolahan biji kopi tradisional yang menjadi mitra KSU ISAIPE UE.

Bahkan pasar tradisional Tigapanah yang menjual biji kopi juga tidak luput dari perhatian pengusaha kopi dari negeri Obama tersebut.

Tanaman kopi seluas 1 hektar milik Dasmi Tarigan (55) petani kopi desa Regaji, juga didatangi dan dilihat secara langsung mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pemanenan serta pengolahan secara tradisional yang tetap mempertahankan mutu dan kualitasnya.

Dasmi Tarigan, pensiunan Dinas Kehutanan Pemprovsu yang fasih bahasa Inggris terlihat berdialog secara serius dengan pengusaha kopi dari Amerika, mengaku merasa puas melihat tanaman kopi yang diolah secara tradisional.

Tanaman kopi memang melegenda, mulai dari zaman kono hingga sekarang. Gerai-gerai mewah seperti, Starbuck, The Coffee Bean and Tea Leaf menjamur di kota-kota besar dunia, menjadikan kopi tanaman primadona dan memiliki prospek menggiurkan. (RTA)

Sumber: harianandalas.com

Kopi Arabika Indonesia Segar


Comments

Pengusaha Amerika Kunjungi Pengolahan Kopi Tanah Karo — 1 Comment

  1. Salam sejahtera n mejuah juah man bantakerina kalak karo, sy sgt setuju dgn kenaikan harga yg diajukan bang Dasmi tarigan ke mitra usahanya dari amerika. Kl harga stabil sy jg mau tanam kopi di tanah peninggalan ortu sy di daerah Muliarakyat tepatnya disimpang tumangger. Sy belum tanam apapun stelah tanaman jeruk kami sdh mati krn lalat buah. Maju terus petani kopi di tanah karo terutama di desa regaji kuta kemulihen kami.bujur

Leave a Reply

Your email address will not be published.