Petani Rakyat Ekspor Kopi ke Swiss

Kopi EksporSedikitnya lima kelompok petani kopi rakyat jenis arabika di Bondowoso melakukan ekspor perdana kopi rakyat sebanyak 6.25 ton Ke Swiss.

Matsakur, Kadis Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bondowoso, mengatakan produksi kopi tersebut berasal dari pengembangan klaster petani kopi yang melibatkan sinergi dengan sejumlah instansi yang digerakkan oleh Bank Indonesia dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslit Koka).

Hasil panen kopi itu diekspor ke negara tersebut melalui PT Indokom Citra Persada yang melibatkan pembiayaan dari Bank Jatim.

“Ekspor tahap pertama 6,25 ton, belum bisa satu kontainer yang biasanya mencapai 20 ton karena masih banyak kendala produksi,” ujar Matsakur di sela-sela ekspor perdana kopi rakyat Bondowoso hari ini.

Rata-rata produksi kopi petani Bondowoso baru sekitar 4 hingga 5 kuintal. Seharusnya bisa mencapai 7 kuintal per hektare.

Akan tetapi pihak eksportir sudah berkomitmen untuk menandatangani kontrak dengan petani selama 5 tahun kedepan. “Dengan begitu ada peluang bagi kami untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan produktivitas. Bahkan memacu pengembangan klasternya itu sendiri.”

Klaster kopi rakyat yang ada di Desa Sukorejo ini, lanjut dia, akan menjadi model untuk pengembangan klaster di tempat lain.

Saat ini klaster kopi rakyat tersebut mengembangkan areal perkebunan seluas 7.526 ha. “Petani memperoleh pembiayaan dari Bank Jatim senilai 500 juta, sedangkan harga kopi sudah disepakati lewat MoU senilai Rp38.000 per kg.”

Nilai jual ditingkat petani tersebut sudah naik hampir dua kali lipat karena sebelum ada pengolahan harga jual kopi umumnya hanya sekitar Rp17.000 per kg.

Sumber:
bisnisindonesia.com
http://bappeda.jatimprov.go.id/2011/06/10/petani-rakyat-ekspor-kopi-ke-swiss/

Kopi Arabika Indonesia Segar


Leave a Reply

Your email address will not be published.