Prospek kopi specialty cerah dan menjajikan bagi petani kopi

23_specialty coffeePada tanggal 18 s/d 21 Agustus 2013 telah diselenggarakan Pertemuan Kopi Specialty di Hotel Aston Netsepa Ambon. Pertemuan dihadiri oleh para pemangku kepentingan kopi specialty yaitu para kepala bidang perkebunan wilayah sentra kopi specialty di seluruh Indonesia, para pelaku usaha dan Direktorat Tanaman Rempah dan Penyegar, Ditjen Perkebunan.

Tujuan pertemuan adalah untuk menyatukan langkah dalam meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu kopi specialty nasional, menggali potensi, inventarisasi permasalahan, dan upaya penyelesaiannya serta membuka peluang pasar kopi specialty pada segmen pasar yang belum tersentuh. Pertemuan dibuka oleh Direktur Tanaman Rempah dan Penyegar yang sebelumnya disampaikan ucapan selamat datang oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku.

Pada kesempatan tersebut selain paparan kebijakan pengembangan kopi nasional juga paparan oleh Ketua GAEKI; Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, para Praktisi Agribisnis Kopi serta paparan dari Dinas yang membidangi perkebunan kopi di Enrekang, Ngada, Bangli, Toraja Utara, Bondowoso, dan Mataram.

Pada pertemuan tersebut dirumuskan bahwa kopi specialty mempunyai prospek yang sangat bagus bagi petani dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Beberapa rumusan dalam pertemuan tersebut yang menjadi perhatian bersama antara lain : Pengembangan kopi specialty jenis arabika lebih difokuskan pada kualitas dan kontinuitas penyediaannya di pasar luar negeri tanpa mengabaikan kuantitas; Pendekatan pengembangan kopi specialty dimasa depan dilaksanakan dalam bentuk kawasaan agribisnis kopi (kluster); Dalam rangka mencapai tata niaga kopi specialty yang efektif dan efisien, maka petani, petugas pendamping, pedagang pengumpul dan eksportir perlu bekerjasama secara profesional, transparan dan berkelanjutan khususnya dalam pengawasan kualitas kopi yang akan diekspor; Bagi kopi specialty yang telah memiliki brand di pasar dunia dan belum mendapat sertifikat IG perlu segera diproses usulannya; Untuk kopi specialty yang belum dikenal dunia internasional perlu disiapkan perangkatnya seperti organisasi, logo, penanganan traceability atau ketelusuruan dan perlu investasi; Ekspor kopi Indonesia dimasa datang diharapkan tidak hanya dalam bentuk biji tetapi produk hasil olahan sehingga nilai tambahnya akan dirasakan oleh seluruh pemangku kepentingan khususnya petani kopi; Peluang pasar kopi specialty masih terbuka lebar mengingat trend konsumsi kopi meningkat dari tahun ke tahun dibanding produksi, sehingga perlu pengembangan kopi specialty yang komprehensif, terpadu dan berkelanjutan; Dalam penyebaran benih kopi specialty perlu kejasama dengan penangkar benih yang legal dan lembaga penelitian; serta untuk menjamin keberhasilan pengembangan kopi specialty diharapkan peran serta aktif seluruh pelaku usaha agribisnis kopi specialty sesuai kewenangan, tugas dan fungsi masing-masing. Pertemuan ditutup oleh Direktur Tanaman Rempah dan Penyegar yang pada prinsipnya menyatakan bahwa terimakasih atas partisipasi peserta dan adanya kejutan bahwa pada pertemuan ini fokusnya pada pembahasan hilirnya sedangkan masalah pengembangan di hulu sudah berhasil. (HM).

Sumber:
http://ditjenbun.pertanian.go.id/tanregar/berita-232-prospek-kopi-specialty-cerah-dan-menjajikan-bagi-petani-kopi-.html

Kopi Arabika Indonesia Segar


Leave a Reply

Your email address will not be published.