Sumut Tunggu Hak Paten Kopi Arabika Simalungun dari Kemenkumham

kopi simalungunMedanBisnis – Medan. Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Utara (Disbun Sumut), Herawati mengungkapkan, Provinsi Sumut sedang menunggu proses hak paten kopi arabika Simalungun yang akan disahkan Kementerian Hukum dan HAM RI.

“Kita tunggu turunnya proses sertifikasi Indikasi Geografis (IG). Kalau sudah turun sertifikasinya jadi tidak bisa lagi siapapun yang mengklaim karena sudah dipatenkan oleh Kementerian Hukum dan HAM sesuai dengan prosedur dan kriteria yang sudah ditentukan. Dan, nama kopi tersebut, Kopi Sumatera Arabika Simalungun varietas sigararutang,” ucap Herawati didampingi Kepala Bidang Usaha Tani Disbun Sumut, Syahrida kepada MedanBisnis, Kamis (27/11) di Medan.

Dalam hal ini, kata Herawati, sudah ada uji citarasa di Laboratorium Penguji dari Pusat penelitian kopi dan kakao Indonesia yakni, LP Puslitkoka di Jember. Dan, hasil analisis mutu dengan hasil pengujian adalah lulus dengan skor 84,03 (excellent).

Sedangkan nama masyarakat yang mendapatkan hak paten dari kopi sigararutang yakni, Himpunan Masyarakat Kopi Sumatera Arabika Simalungun (HMKSS). Dalam hal ini, kata Herawati, HMKSS selaku pemohon pendaftaran indikasi geografis kopi arabika Simalungun sudah melakukan pembinaan terhadap kelompok tani di bawah naungan HMKSS.

“Pembinaan dimaksud berupa penerapan good agriculture practices (GAP) pada unit sektor on farm kopi arabika dan good handling practices (GHP) pada unit sektor off farm kopi arabika,” ujar Herawati.

Selain itu, kata dia, HMKSS juga melakukan koordinasi dengan SKPD terkait di lingkup pemerintahan Kabupaten Simalungun untuk menggalang dan menyamakan visi dan misi dan mewujudkan indikasi geografis kopi Sumatera arabika Simalungun.

HMKSS juga melakukan kerja sama dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Simalungun dalam menyusun buku persyaratan sebagai salah satru syarat permohonan pendaftaran indikasi geografis kopi Sumatera arabika simalungun.

Herawati menambahkan, kopi sigararutang menjadi salah satu andalan komoditas ekspor Indonesia dari sub sektor perkebunan. Pada tahun 2012 perdagangan ekspor kopi Indonesia memberikan sumbangan devisa sebesar US$ 1.225.52 juta.

“Provinsi Sumut merupakan salah satu pemasok utama produksi kopi arabika Indonesia. Kabupaten Simalungun salah satu penghasil kopi arabika specialty dari dataran tinggi Bukit Barisan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan,dalam menghadapi persaingan global, dituntut untuk menghasilkan produk kopi yang berkualitas bercita rasa tinggi. Penjaminan mutu yang berkelanjutan dan berkekuatan hukum dipandang sangat perlu untuk mengambil tempat dalam era perdagangan bebas indikasi geografis. Dan, merupakan salah satu terobosan yang harus ditempuh dalam memberi jaminan mutu dan perlindungan hukum bagi produsen dan konsumen kopi arabika Simalungun.

“Sudah saatnya kopi arabika Simalungun diangkat menjadi “icon” dari Kabupaten Simalungun di mata para pencinta dan pelaku usaha kopi dunia. Dengan memperoleh indikasi geografis untuk kopi arabika Simalungun hal itu dapat terwujud,” pungkasnya. (cw)

Sumber:
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2014/11/28/132282/sumut-tunggu-hak-paten-kopi-arabika-simalungun-dari-kemenkumham/#.VJt8cDdAE

Kopi Arabika Indonesia Segar


Leave a Reply

Your email address will not be published.