Terus Meroket, Ekspor Kopi ke China

Kopi Arabika EksporTarget kenaikkan ekspor nasional hingga 300 persen Kementerian Perdagangan RI segera terpenuhi.

Target ekspor di sektor makanan dan minuman olahan saat ini terdongkrak hingga 9,5 persen, menyusul ekspor kopi tahun lalu sudah menembus angka USD 1,17 miliar.

Sebagai penghasil kopi terbesar ke- 3 di dunia setelah Brazil dan Vietnam, Indonesia memang wajib mendorong ekspornya. Nilai ekspor kopi pada tahun 2013 sudah mencapai USD 1,17 miliar. Semetara nilai ekspor makanan olahan sebesar 9,5 bisa terdongkrak hingga 10,5%.

Pelaku kopi meningkat ekspornya terpantau dari pameran Tea & Coffee China pada pertengahan November lalu yang bertempat di Shanghai New International Expo Centre (SNIEC), Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Harum aroma kopi terbaik Indonesia seperti kopi Luwak, Toraja, Gayo, Jawa, Bali, dan Mandheling memikat penikmat kopi negeri Tirai Bambu itu.

Sebagai pasar potensial bagi produk kopi, permintaan RRT pada kopi impor begitu besar. RRT menempati urutan ke-18 sebagai importir kopi Indonesia. Nilai ekspor kopi ke RRT selama lima tahun terakhir terus tumbuh dengan tren sebesar 82,6% karena gaya hidup minum kopi menggeser konsumsi teh di RRT.

Pameran Tea & Coffee China merupakan bagian dari Pameran Food and Hospitality China (FHC) 2014, salah satu pameran produk makanan di RRT yang diikuti oleh 1.820 ekshibitor dari 70 negara dan dikunjungi oleh 26.188 pengunjung. Mengusung tema “Remarkable Indonesia”, kopi Indonesia tampil dalam dua paviliun Kemendag seluas 90 m2 dan Kementerian Perindustrian seluas 40 m2.

Sumber: bappeda.jatimprov.go.id

Kopi Arabika Indonesia Segar


Leave a Reply

Your email address will not be published.